Sabtu, 21 November 2015

Cold As You




Sekarang Ersa sudah menginjak tingkat akhir SMP yaitu kelas 9 dan Ersa mendapat kelas 9H dimana ia satu kelas lagi dengan Ida dan Aulia. Semakin hari semakin berat beban Ersa dimana ia merasakan kehilangan seseorang yang selalu menyuportnya untuk belajar yaitu Kak Donny. Ersa sering terlihat merenung dan menangis di kelas pada kenyataannya Ersa masih sayang dengan Kak Donny dan mengetahui hal tersebut Aulia mencoba membantu Ersa dengan mengirimkan sebuah pesan singkat agar Donny mau kembali lagi dengan Ersa. Donny yang sekarang sudah duduk di kelas 10 SMKN 1 Magelang dan mengambil jurusan arsitektur ini tak pernah menggagas semua sms-sms dari Ersa maupun teman-teman Ersa, namu Ersa tak pernah menyerah sampai akhirnya Ersa bercerita pada kakaknya si Hawin. Hawin ingin membantu Ersa bahkan dia menawarkan jasa agar Ersa dan Donny dapat bersatu lagi namun Ersa menolaknya “kak aku udah bahagia banget kak Hawin udah dengerin curhatan aku tapi nggak usah repot-repot kak biarkan semuanya mengalir aja” Ersa sadar akan sulit bagi Hawin membujuk Donny lagi seperti dulu karena mereka berdua sudah beda sekolah lagian Ersa tak mau memaksakan cinta.
Suatu hari saat pelajaran bahasa Inggris Ersa duduk di bangku paling belakang sendirian, Mom Ella pun cuek karena kemampuan bahasa Inggris Ersa yang sudah cukup bagus. Ersa menyembunyikan tangannya di laci sambil iseng mengetik pesan untuk Donny “Assalamu’alaikum kak...” dan hanya dalam hitungan menit hp Ersa berkedip menandakan pesan masuk, Ersa pun mulai membuka pesannya “Wa’alaikumsallam dek” Ersa kegirangan ketika tahu yang membalas smsnya adalah Donny dan saking kegirangannya Ersa tak sadar berdiri sambil loncat-loncat padahal masih pelajaran “Ersa whats wrong with you?” tanya mom Ella sembari dibarengi tawa anak-anak 1 kelas. Jam istirahatpun tiba, Ersa dan Bocah Lola (Aulia,Fina dan Restiara) bergegas menuju kantin. Saat Ersa lewat kelas 9A Angel berteriak “Sa.. aku mau ngomong penting sama kamu!” Ersa pun memberi isyarat pada Bocah Lola untuk meninggalkannya dan Angel berdua ssaja, “gimana ngel?” Angel langsung menarik tangan Ersa dan berkata “bukan disini tempatnya” . Angel mengajukan beberapa pertanyaan pelik pada Ersa soal Donny dan Ersa menjawab semua pertanyaan Angel dengan tegas “ ya ngel aku tau Donny emang cuek, sms aja seminggu sekali boro-boro ketemu tapi aku sayang kok sama dia dan aku nggak perduli ngel!”
Angel menghela nafas panjang dan berkata “hemm sa iya emang kamu sayang banget sama Donny,aku tau tapi Donny sayangnya sama orang lain sekarang!” Ersa sontak terkejut dan mengelaknya namun Angel menambahkan bahwa Donny kemarin baru menembak Dzula, Dzula sendiri adalah kakak sepupu Angel dan dulu sempat 1 kelas dengan Donny saat kelas 9D. Gerimis yang turun seakan mewakili perasaan Ersa yang hancur saat itu juga, dipeluknya Angel erat “Sa sa jangan nangis dong, aku sebenernya nggak tega liat kamu kayak gini tapi aku lebih nggak tega liat kamu ngejar-ngejar pacar orang!” . Akhirnya Ersa mencoba menghapus air matanya “terima kasih ya Ngel” tanpa pikir panjang Ersa berlari menemui 3 sahabatnya dan menceritakan semua, “Oh itu alasan Kak Donny nyuekin kita?” Restiara mulai geram dan Fina pun membuat keadaan lebih baik “ Sa Allah tahu kok yang terbaik buat kamu, dan yang terbaik selalu datang di akhir cerita”. Ersa memang pernah merasakan sakit yang dalam tapi menurutnya ini yang paling sakit.











And when you take,
You take the very best of me~


Everything Has Changed (2)



Ersa masih meratapi kepergian Rindam dan pengkhianatan yang telah ia lakukan,keterpurukan Ersa membuat Hawin tidak tega dengan Ersa yang sudah dianggap sebagai adeknya mulai mengajak Ersa curhat. Ersa tersenyum sinis ketika melihat pesan singkat Hawin di ponselnya “Pemain Cinta sms gw hah?” namun ketika ia melihat isi dari pesan Hawin ia pun tercengang, Hawin memberi support pada Ersa dan mengatakan “dek kamu aku anggep adekku sendiri jadi kalo ada apa-apa teko bilang aku” dan jepsek itu kalimat bikin Ersa mulai menggerakan jarinya dan ingin meminta bantuan Hawin untuk mendekatkan Ersa dengan Donny, Ersa tau kelas 9 Donny dan Hawin jadi 1 kelas yaitu 9D. Hawin menyanggupi permintaan Ersa tersebut dengan enteng dan memberikan janji bahwa Donny cepat atau lambat akan segera sms Ersa. Mungkin cinta itu buta dan tak tau malu itulah yang Ersa rasakan sekarang, entah apa yang Hawin lakukan pada Donny tapi pada tanggal 8 Januari 2011 Donny tiba-tiba menyapa Ersa lewat pesan singkatnya.                  Ersa mulai sibuk dengan hpnya dan sering smsan dengan Kak Donny nya itu. 11 Januari 2011 Donny mengungkapkan cintanya pada Ersa via sms “Bawalah pergi cintaku ajak kemana kau mau dan jadikan aku teman yang paling kau cinta” sungguh kalimat yg dikutip dari lagu Afgan ini membuat hati Ersa berbunga-bunga, tanpa pikir panjang Ersa pun menerima Donny. Selama berpacaran dengan Donny, Ersa tak pernah berkencan dengan Donny dan jika mereka saling bepapasan mereka hanya tersenyum dan merunduk malu-malu. Suatu hari Ersa terlihat panik di kelas dan ternyata hp Ersa tertinggal di rumah “duh hp gw kalo dibuka ibuk isinya sms kak Donny gimana -_-“ nah sampe rumah Ersa mulai mencari hpnya yang tertinggal dan menanyakannya pada ibunya, “Buk hpku mana?” tanpa bicara banyak ibu Ersa menarik tangan Ersa dan mengajak Ersa duduk di ruang tamu “cha kamu udah punya pacar? Siapa Hawin?” Ersa sangat takut untuk menjawab dan akhirnya ibu Ersa menambahkan “Cha kamu udah kelas 8 kamu udah gede,ibuk nggak mau larang-larang kamu pacaran tapi ingat ya batasan-batasannya!” Ersapun langsung memeluk ibunya dan kegirangan “aku janji buk”. Ini pertama kalinya Ersa direstui pacaran oleh ibunya dan Ersa pun segera mengirim pesan pada sahabat-sahabatnya yaitu Restiara,Fina dan Aulia.
Suatu hari Donny mengajak Ersa untuk berkencan berdua di Kedung Kayang,nama sebuah air terjun, Ersa pun mau dan ini kencan pertama mereka setelah 6 bulan pacaran. Ersa membolos les di bimbel dan pergi bersama Donny. Hari itu berakhir sangat cepat, dan mereka berdua mulai merencanakan kencan yang kedua kalinya. Saat sahabat-sahabat Ersa main di rumah Ersa, Ersa terlihat senyum-senyum sendiri dan saat Aulia meminjam hp Ersa ada pesan masuk dari Donny “sayang aku mau dong dicium kamu” dan tanpa sepengetahuan Ersa Aulia mulai membalas pesan dari Donny “besok ya kita main lagi ay” dan Donny menyanggupinya, ketika Ersa meminta hpnya lagi Aulia bergegas menghapus pesan-pesannya dangan Donny. Malamnya Donny mengirim pesan singkat pada Ersa yang berisi :”sayang besok jadi kan?” Ersa tercengang dan bingung, ia tak tahu apa yang sedang Donny bicarakan akhirnya Ersa menjawab :”jadi apa sih?” dan karena emosi Donny menjawab :”ok terserah.. dasar cewek plin-plan!” jawaban Donny tersebut tentu membuat Ersa semakin marah dan bingung akhirnya terjadi adu mulut via sms dan Donny menjelaskan semua bahwa Ersa mengajak Donny pergi besok dan Donny mengatakan bahwa dirinya lelah dengan hubungan yang jalan ditempat dan menurutnya tak bahagia akhirnya mereka berdua sepakat untuk mengakhiri hubungan tersebut. Meski hubungan Donny dan Ersa telah berakhir namun Ersa masih mencari tahu siapa dalang pembalas sms Donny tersebut. 
Ersa meraih handphone nya dan mulai menelpon Restiara sahabatnya dan mempertanyakan soal pesan singkat yang membalas sms Donny, Restiara menjawab :”itu Aulia sa.. aku mergoki Lia bales sms Donny dan aku sempet negur tapi kata Lia itu demi kebaikan hubungan kalian biar nggak datar-datar aja katanya” mendengar penjelasan dari Restiara Ersa langsung menggapai helm dan kunci motornya langsung meluncur ke rumah Aulia. Aulia terkejut melihat Ersa yang tanpa mengabarinya dahulu “Echa kamu nggak kabar-kabar sih.. sini masuk” Ersa merespon ajakan Aulia dengan senyuman sinis “lu tau nggak Li? gara-gara jawaban sms sepele lu, gw sama Donny putus!”.Aulia tersentak kaget dan langsung memegang tangan Ersa “Cha maaf maaf  banget aku cuma mau bantu aja tapi nggak tau kalo akhirnya bisa kayak gini” melihat Aulia menangis akhirnya Ersa memeluk Aulia dengan dekapan erat dan berkata “ini bukan salah kamu kok Li maafin aku ya,aku janji cowok nggak akan jadi perusak persahabatan bocah lola kita” dan mereka berdua pun larut dalam keharuan persahabatan.






All I know since yesterday is
everything has changed~

The Story Of Us



Memulai dari awal, ya Ersa sudah lelah dengan kebohongan cinta dan mulai berpikir bahwa cinta itu sebuah mitos belaka. Rindam Firdaus Ramadhan cowok bertubuh tegap dan kulit gelap ini tak henti-hentinya memberi support pada Ersa agar dapat move on dari Ha win,Rindam sendiri adalah sahabat Ersa dari awal kelas 7 mereka saling mengenal tanpa unsur kesengajaan. Rindam dulu adalah anak 7D kelasnya tepat berada di bawah kelas Ersa, dia merupakan anak aktif organisasi dan termasuk anak terpintar dikelas 7D maka saat kelas 8 masuklah dia ke kelas unggulan yaitu kelas 8F. Ersa semakin hari semakin tegar dengan statusnya yang jomblo dan mulai menikmati kebersamaan bersama teman-temannya yaitu Aulia,Fina dan Restiara.
Suatu hari Rindam mengirimkan pesan singkat kepada Ersa yang isiya :”Er aku cariin pacar dong anak kelas 8D”. Ersa sempat bingung memikirkan siapa yang harus ia jodohkan dengan Rindam dan akhirnya terlintaslah Restiara teman akrab Ersa yang  masih jomblo. Rindam mendapatkan suntikan semangat dari Ersa dengan memperkenalkannya dengan Restiara namun setelah mencoba pdkt seminggu Rindam akhirnya mundur karena Restiara sangat sulit untuk diajak ketemu dan ngobrol,maklum si Resti kan belom pernah tuh yang namanya pacaran wkwk. Rindam akhirnya mengirim pesan lagi ke Ersa..
R :”Sa.. aku nyerah sama Resti dia susah orangnya”
E :”Lah tipemu yang gimana dong ndam?”
R:”Emm.. yang kayak kamu”
R :”Sa aku sayang kamu dari awal kita kenal,tapi aku bingung gimana ngomong sama  kamu... mau nggak kamu jadi pacar aku?”
Sungguh ini tidak ada di rencana perjodohan Ersa, Ersa selama ini hanya menganggap Rindam sebagai sahabatnya dan tidak lebih. Sejam pun berlalu dan Ersa belom menjawab pesan dari Rindam, Ersa masih menimbang-nimbang apakah jawaban ya atau tidak akan merusak persahabatan aku dan Rindam kelak? gumam Ersa dalam hati. Akhirnya Ersa memutuskan mau menjadi pacar Rindam dan kita jadian pada 28 Desember 2010. Ersa mulai menikmati berpacaran dengan Rindam dan mulai merasakan kecocokan ketika sama-sama kumpul pengurus OSIS bahkan banyak anak-anak yang mengatakan  Ersa dan Rindam serasi mereka sangat beruntung. Suatu hari pada tanggal 1 Januari 2011 Rindam mengirim pesan yang intinya dia ingin fokus dulu ke pelajaran dan ingin putus dari Ersa, sontak Ersa tercengang membaca pesan Rindam dan hanya bisa menjawab “ok jika itu yang terbaik ndam”.                                                               
    Ersa mengurung diri dikamar dan ibunya pun mulai paham bahwa Ersa mungkin sedang patah hati dan membiarkannya hingga tenang. Ersa mulai menguatkan diri mungkin semua untuk masa depan Rindam  dan aku tak boleh egois. Akhirnya Ersa mulai bisa tersenyum dan beranjak keluar dari kamarnya. Keesokan paginya Ersa menceritakan semua kejadian pahit itu kepada teman-temannya dan banyak yang protes dan ingin melabrak Rindam namun Ersa tak lupa menyebutkan alasan Rindam memutuskannya untuk fokus pada studynya. Seminggu berlalu Angel sahabat Ersa yang 1 kelas dengan Rindam pun mengajak Ersa meetup untuk membicarakan hal penting. Angel berkata bahwa Rindam sedang dekat dengan cewek 1 kelasnnya yang bernama x dan mereka baru jadian 1 hari yang lalu, Ersaa langsung tersenyum sinis sembari meneteskan air matanya “this is looking like a contest ndam?”. Dan sejak saat itu hubungan Ersa dan Rindam kian memburuk, setiap berpapasan mereka berdua saling memalingkan wajah dan sama sekali tidak ada basa-basi lagi diantara mereka berdua.


 Now I’m standing alone in crowded a room 
and we’re not speaking~

I Knew You Were Trouble



               Hawin dan Ersa kini semakin dekat hampir setiap hari mereka berdua smsan dan Ersa sangat bahagia ia merasa sedang bermimpi saja, secara dulu waktu SD Hawin terkenal tidak pernah mau dekat dengan anak perempuan sama sekali mungkin karena risih sering dijodoh-jodohkan maklumlah anak SD. Suatu hari Hawin dan Ersa telibat percakapan serius via sms,
H : “Hallo dek kamu lagi apa?”
E : “Ini kak lagi duduk-duduk di teras aja maklum jomblo”
H :”ha kamu jomblo to dek? Samalah haha”
E :”iya kak hehe,bukannya kamu sama kak Kezia ya kak?”
H : “udah putus kok dek”
E : “kok putus?”
H : “sekarang aku jadi pacar kamu aja ya dek hehe”
E : “kalau kak Hawin serius aku mau banget kak,aku udah dari dulu suka sama kak Hawin”
H : “yaudah kita sama,besok hari Minggu kan kita jogging bareng ya love you”
E : “iya kak.. love you too”
            Ersa seperti orang gila ia sangat bahagia tersenyum dan menari-nari di kamarnya, “Aku tau tidak sulit untuk mendapatkan pangeran Charming ku” gumam Ersa. Hari berganti hari, Hawin selalu berkata pada Ersa “sayang kalo di sekolah kita biasa aja ya pura-pura aja nggak kenal terus jangan bilang siapa-siapa kalo kita ini pacaran” ,Ersa pernah curiga namun Hawin menjelaskan bahwa dirinya tak mau berurusan dengan Bk lagi jika ketahuan pacaran. Ersa sangat lugu sunguh mudah dibohongi, ia tak tahu bahwa Hawin itu licik. Suatu hari Ersa main di rumah Aulia mereka berdua adalah teman 1 kelas, tiba-tiba maag Ersa kambuh dan karena panik Aulia berusaha menghubungi pacar Ersa dan tanpa tahu siapa pacar Ersa,kebetulan di kontak hp ditulis “Lovely”. Aulia cemas dan menelpon Hawin dengan gugup tapi selalu saja “maaf nomer yang anda hubungi tidak aktif” akhirnya Aulia sendiri yang mengantar Ersa pulang.
            Ersa merunduk duduk di sofa ruang tamunya,pandangnnya kosong hatinya pun protes “dia itu apa? Aku bisa kok hidup tanpa dia!” tak lama setelah itu ada pesan singkat dari Hawin yang berkata “maaf sayang tadi aku pake nomer yang xl” tapi Ersa sudah cukup lelah dan membiarkan pesan singkat itu berlalu. Pagi hari di SMP setelah pelajaran olah raga Ersa,Ida dan Aulia membeli makanan di kantin dan memakannya di dalam kelas, saat sedang asyik-asyiknya bergosip tiba-tiba “Er..er..dicari kak Nila anak 9A” panggil si Zerlin dan tanpa pikir panjang  Ersa pun berdiri menghampiri gadis berparas lembut yang bernama Nila. Nila tak sabar dan langsung memegang tangan Ersa “Dek.. kamu pacar Hawin kan?” Ersa mendengar kalimat itupun tersentak kaget dan beribu pertanyaan melayang dipikiran Ersa namun Ersa tetap mengelak karena teringat janjinya pada Hawin. Nila meeteskan air mata dan setengah bersimpuh dihadapan Ersa “Dek aku pacar Hawin dek.. dia pacaran sama aku tgl 14 Juli lalu tanggal 22 Juli dia nembak kamu dan minggu kemaren dia ngajak balikan Kezia temen sekelasku dek...” Ersa shock dan lari masuk kedalam kelas,semua suasana kelas pun berubah menjadi senyap dan pandangan anak-anak menuju ke arah Ersa semua sekarang.
            Ersa setengah berlari menuju kamarnya dan segera ia gapai hpnya, Ersapun mulai mengetikan sebuah pesan singkat untuk Hawin “Kak aku nggak nyangka kamu setega itu sama aku kamu itu bajingan kak! Kita putus!” seketika itu juga Hawin membalas “maafin aku ya dek.. kamu udah tau semua? Aku sayang beneran sama kamu tapi setelah ku pikir lagi sayang ku ini emang sayang kakak ke adeknya bukan pacar” Ersa menangis membaca pesan Hawin dan ia dilema dengan semuanya. Hari berganti hari pesan permintaan maaf dari Hawin selalu ada namun sama sekali Ersa tak mau membalasnya, Ersa merasa malu dengan dirinya sendiri karena salah menilai cinta pertamanya pada Hawin. Akhirnya Ersa dengan lapang dada membalas permintaan maaf  Hawin dan hubungan mereka pun membaik kini Ersa dan Hawin seperti kakak dan adik kandung bukannya makin jauh tapi malah lebih dekat apalagi setelah ayah Ersa bercerita pada Ersa : “kamu masih ada ikatan saudara sama mas Hawin,dia kakak sepupumu walaupun sepupu jauh”. Semua seolah menegaskan bahwa Ersa dan Hawin memang tak seharusnya pacaran.

       I knew you were trouble
when you walk in~

Everything Has Changed



               Ersa memang sangat menyukai Hawin namun apa daya Hawin sekarang ini pacar anak kelas 8A Kezia Inadia namanya, gadis berpasras chainis itu mampu merubuhkan keyakinan Ersa untuk dekat dengan Hawin. Mencoba melupakan Hawin kini Ersa mulai fokus dengan ujian kenaikan kelas, Ersa tidak mau terlalu pusing memikirkan Hawin terus. Ersa menuruni tangga 7E menuju 8E rupanya anak kelas 7E dan 8E menjadi satu kelas saat ukk dan tentunya dibagi dua ruangan dan kebetulan Ersa mendapatkan ruang 8E tempat duduk di paling depan pojok bersama kakak kelas 8E bernama Fita dan disebelah kirinya ada kakak kelas 8E cowok dan sebelahnya itu teman satu kelas Ersa bernama Avita. Hari demi hari Ersa lalui dengan biasa tanpa rasa takut bahkan Ersa berencana membawa Hp didalam kelas agar dapat contek-contekan dengan Yuli yang kebetulan tidak satu kelas. Avita berlari mengejar Ersa “Mbak Ersa.. tau cowok yang duduk disebelahku nggak?” Ersa dan Yuli saling berpandang-pandangan “Enggak tau Vit, emang kenapa sih?” ,Avita menghela nafas dan menjelaskan secara rinci bahwa anak cowok itu bernama Donny Bangkit Ariwibowo “dia mbak setiap kamu lagi serius selalu ngeliatin kamu terus, kayaknya dia suka deh mbak sama kamu” pernyataan Avita seketika membuat wajah Ersa menjadi merah namun Ersa tetap cuek dan tak menanggapinya dengan serius.
            Hari ini hari terakhir ukk, Ersa dan Yuli mulai melancarkan aksinya untuk membawa hp ke dalam kelas. Setengah jam pertama dan Ersa mulai mengeluarkan Hp dari kantong rok pramukanya “Kok kayak ada yang ngawasin aku sih” gumam Ersa dalam hati, saat Ersa menengok ke sebelah kiri ternyata Donny lah yang sdang memandangi Ersa. Ersa Tersenyum geli yang melihat Donny salah tingkah dan mencoba meminjam jawaban Avita untuk dicocokan dengan miliknya, beberapa menit kemudian Donny sadar bahwa disebelahya anak kelas 7 bukan kelas 8. Bel istirahatpun berbunyi “Aaaakk Yuli thank you buat bahasa Jawanya ya hehe” peluk Ersa , “sama-sama mbak Er,yuk jajan” ajak Yuli menuju kantin sekolah yang ada di belakang kelas 8E. Kembali ke ruang kelas dan lagi-lagi Avita heboh “Mbak Errr!!!! Aku mau ngomonggg” Ersa mulai menhela nafas panjangnya “ngomong apa?”, Avita tersenyum manis “Tadi tasmu jatuh mbak yang diluar terus diambilin sama Kak Donny deh hehe sweet” jantung Ersa langsung berdetak kencang. Pulang sekolah Ersa berencana untuk berterima kasih pada Donny namun Donny sudah bersama grombolannya yaitu Kezia dan Yemima yang membuat Ersa canggung dan membatalkan niatnya.
 Sampai rumah Ersa langsung menggapai hpnya dan bertanya pada Hawin nomer si Donny karena menurut Ersa mereka 1 angkatan pasti saling kenal, “Aku nggak punya nomernya dek tapi Fbnya aku tau namanya Donny B Keltjes,kenapa dek kamu naksir?” kata-kata terakhir Hawin membuat Ersa ragu apakah dirinya mulai ada benih-benih cinta dengan Donny? Tapi tak mungkin bagi Ersa jatuh hati pada dua hati sekaligus. Seperti sebelumnya percakapan Ersa kini berakhir dengan nomer hp
E :”kak aku Ersa anak 7E mau terima kasih sama kakak.”
D :”for what??”
E :”udah ngambilin tas aku kak makasih banget ya kak”
D :”woyooo.. minta nomermu dek”
E :”oke kak ini 0857 4xxx xxxx”
            Ersa dan Donny saling menemukan kecocokan satu sama lain bahkan Donny sempat memanggil Ersa sebagai Peri Kecilnya namun kedekatan itu seolah bubrah setelah Ersa tau bahwa Donny sudah memiliki kekasih bernama Amelia anak 8A “lagi-lagi anak 8A” cloteh Ersa saat stalking Fb Donny dengan keterangan berpacaran dengan Amelia Kurnia Dewi parasnya memang tak secantik Kezia namun dia adalah anak kesayangan para guru di SMP N 1 Mungkid, setiap ada lomba story telling pasti Amelia lah yang mewakili Smp ini. Ersa merasa kecewa bagi Ersa Donny adalah cowok php sekarang. Nomer Donny pun dihapusnya tak henti-hentinya Ersa meneteskan air mata karena sebenarnya berat melepaskan orang yang kamu anggap sudah klop denganmu, akhirnya Ersa dan Donny lost contact.



All I know when you said hello
You’ll be mine and I’ll be yours~