Hawin dan Ersa
kini semakin dekat hampir setiap hari mereka berdua smsan dan Ersa sangat
bahagia ia merasa sedang bermimpi saja, secara dulu waktu SD Hawin terkenal
tidak pernah mau dekat dengan anak perempuan sama sekali mungkin karena risih
sering dijodoh-jodohkan maklumlah anak SD. Suatu hari Hawin dan Ersa telibat
percakapan serius via sms,
H : “Hallo dek kamu lagi apa?”
E : “Ini kak lagi duduk-duduk di
teras aja maklum jomblo”
H :”ha kamu jomblo to dek?
Samalah haha”
E :”iya kak hehe,bukannya kamu
sama kak Kezia ya kak?”
H : “udah putus kok dek”
E : “kok putus?”
H : “sekarang aku jadi pacar kamu
aja ya dek hehe”
E : “kalau kak Hawin serius aku
mau banget kak,aku udah dari dulu suka sama kak Hawin”
H : “yaudah kita sama,besok hari Minggu
kan kita jogging bareng ya love you”
E : “iya kak.. love you too”
Ersa seperti orang gila ia sangat
bahagia tersenyum dan menari-nari di kamarnya, “Aku tau tidak sulit untuk
mendapatkan pangeran Charming ku” gumam Ersa. Hari berganti hari, Hawin selalu
berkata pada Ersa “sayang kalo di sekolah kita biasa aja ya pura-pura aja nggak
kenal terus jangan bilang siapa-siapa kalo kita ini pacaran” ,Ersa pernah
curiga namun Hawin menjelaskan bahwa dirinya tak mau berurusan dengan Bk lagi jika
ketahuan pacaran. Ersa sangat lugu sunguh mudah dibohongi, ia tak tahu bahwa
Hawin itu licik. Suatu hari Ersa main di rumah Aulia mereka berdua adalah teman
1 kelas, tiba-tiba maag Ersa kambuh dan karena panik Aulia berusaha menghubungi
pacar Ersa dan tanpa tahu siapa pacar Ersa,kebetulan di kontak hp ditulis
“Lovely”. Aulia cemas dan menelpon Hawin dengan gugup tapi selalu saja “maaf
nomer yang anda hubungi tidak aktif” akhirnya Aulia sendiri yang mengantar Ersa
pulang.
Ersa merunduk duduk di sofa ruang
tamunya,pandangnnya kosong hatinya pun protes “dia itu apa? Aku bisa kok hidup
tanpa dia!” tak lama setelah itu ada pesan singkat dari Hawin yang berkata
“maaf sayang tadi aku pake nomer yang xl” tapi Ersa sudah cukup lelah dan
membiarkan pesan singkat itu berlalu. Pagi hari di SMP setelah pelajaran olah
raga Ersa,Ida dan Aulia membeli makanan di kantin dan memakannya di dalam
kelas, saat sedang asyik-asyiknya bergosip tiba-tiba “Er..er..dicari kak Nila
anak 9A” panggil si Zerlin dan tanpa pikir panjang Ersa pun berdiri menghampiri gadis berparas
lembut yang bernama Nila. Nila tak sabar dan langsung memegang tangan Ersa
“Dek.. kamu pacar Hawin kan?” Ersa mendengar kalimat itupun tersentak kaget dan
beribu pertanyaan melayang dipikiran Ersa namun Ersa tetap mengelak karena
teringat janjinya pada Hawin. Nila meeteskan air mata dan setengah bersimpuh
dihadapan Ersa “Dek aku pacar Hawin dek.. dia pacaran sama aku tgl 14 Juli lalu
tanggal 22 Juli dia nembak kamu dan minggu kemaren dia ngajak balikan Kezia
temen sekelasku dek...” Ersa shock dan lari masuk kedalam kelas,semua suasana
kelas pun berubah menjadi senyap dan pandangan anak-anak menuju ke arah Ersa
semua sekarang.
Ersa setengah berlari menuju
kamarnya dan segera ia gapai hpnya, Ersapun mulai mengetikan sebuah pesan singkat
untuk Hawin “Kak aku nggak nyangka kamu setega itu sama aku kamu itu bajingan
kak! Kita putus!” seketika itu juga Hawin membalas “maafin aku ya dek.. kamu
udah tau semua? Aku sayang beneran sama kamu tapi setelah ku pikir lagi sayang
ku ini emang sayang kakak ke adeknya bukan pacar” Ersa menangis membaca pesan
Hawin dan ia dilema dengan semuanya. Hari berganti hari pesan permintaan maaf
dari Hawin selalu ada namun sama sekali Ersa tak mau membalasnya, Ersa merasa
malu dengan dirinya sendiri karena salah menilai cinta pertamanya pada Hawin.
Akhirnya Ersa dengan lapang dada membalas permintaan maaf Hawin dan hubungan mereka pun membaik kini
Ersa dan Hawin seperti kakak dan adik kandung bukannya makin jauh tapi malah
lebih dekat apalagi setelah ayah Ersa bercerita pada Ersa : “kamu masih ada
ikatan saudara sama mas Hawin,dia kakak sepupumu walaupun sepupu jauh”. Semua
seolah menegaskan bahwa Ersa dan Hawin memang tak seharusnya pacaran.
I knew you were trouble
when you walk in~
Tidak ada komentar:
Posting Komentar