Sabtu, 21 November 2015

I Knew You Were Trouble



               Hawin dan Ersa kini semakin dekat hampir setiap hari mereka berdua smsan dan Ersa sangat bahagia ia merasa sedang bermimpi saja, secara dulu waktu SD Hawin terkenal tidak pernah mau dekat dengan anak perempuan sama sekali mungkin karena risih sering dijodoh-jodohkan maklumlah anak SD. Suatu hari Hawin dan Ersa telibat percakapan serius via sms,
H : “Hallo dek kamu lagi apa?”
E : “Ini kak lagi duduk-duduk di teras aja maklum jomblo”
H :”ha kamu jomblo to dek? Samalah haha”
E :”iya kak hehe,bukannya kamu sama kak Kezia ya kak?”
H : “udah putus kok dek”
E : “kok putus?”
H : “sekarang aku jadi pacar kamu aja ya dek hehe”
E : “kalau kak Hawin serius aku mau banget kak,aku udah dari dulu suka sama kak Hawin”
H : “yaudah kita sama,besok hari Minggu kan kita jogging bareng ya love you”
E : “iya kak.. love you too”
            Ersa seperti orang gila ia sangat bahagia tersenyum dan menari-nari di kamarnya, “Aku tau tidak sulit untuk mendapatkan pangeran Charming ku” gumam Ersa. Hari berganti hari, Hawin selalu berkata pada Ersa “sayang kalo di sekolah kita biasa aja ya pura-pura aja nggak kenal terus jangan bilang siapa-siapa kalo kita ini pacaran” ,Ersa pernah curiga namun Hawin menjelaskan bahwa dirinya tak mau berurusan dengan Bk lagi jika ketahuan pacaran. Ersa sangat lugu sunguh mudah dibohongi, ia tak tahu bahwa Hawin itu licik. Suatu hari Ersa main di rumah Aulia mereka berdua adalah teman 1 kelas, tiba-tiba maag Ersa kambuh dan karena panik Aulia berusaha menghubungi pacar Ersa dan tanpa tahu siapa pacar Ersa,kebetulan di kontak hp ditulis “Lovely”. Aulia cemas dan menelpon Hawin dengan gugup tapi selalu saja “maaf nomer yang anda hubungi tidak aktif” akhirnya Aulia sendiri yang mengantar Ersa pulang.
            Ersa merunduk duduk di sofa ruang tamunya,pandangnnya kosong hatinya pun protes “dia itu apa? Aku bisa kok hidup tanpa dia!” tak lama setelah itu ada pesan singkat dari Hawin yang berkata “maaf sayang tadi aku pake nomer yang xl” tapi Ersa sudah cukup lelah dan membiarkan pesan singkat itu berlalu. Pagi hari di SMP setelah pelajaran olah raga Ersa,Ida dan Aulia membeli makanan di kantin dan memakannya di dalam kelas, saat sedang asyik-asyiknya bergosip tiba-tiba “Er..er..dicari kak Nila anak 9A” panggil si Zerlin dan tanpa pikir panjang  Ersa pun berdiri menghampiri gadis berparas lembut yang bernama Nila. Nila tak sabar dan langsung memegang tangan Ersa “Dek.. kamu pacar Hawin kan?” Ersa mendengar kalimat itupun tersentak kaget dan beribu pertanyaan melayang dipikiran Ersa namun Ersa tetap mengelak karena teringat janjinya pada Hawin. Nila meeteskan air mata dan setengah bersimpuh dihadapan Ersa “Dek aku pacar Hawin dek.. dia pacaran sama aku tgl 14 Juli lalu tanggal 22 Juli dia nembak kamu dan minggu kemaren dia ngajak balikan Kezia temen sekelasku dek...” Ersa shock dan lari masuk kedalam kelas,semua suasana kelas pun berubah menjadi senyap dan pandangan anak-anak menuju ke arah Ersa semua sekarang.
            Ersa setengah berlari menuju kamarnya dan segera ia gapai hpnya, Ersapun mulai mengetikan sebuah pesan singkat untuk Hawin “Kak aku nggak nyangka kamu setega itu sama aku kamu itu bajingan kak! Kita putus!” seketika itu juga Hawin membalas “maafin aku ya dek.. kamu udah tau semua? Aku sayang beneran sama kamu tapi setelah ku pikir lagi sayang ku ini emang sayang kakak ke adeknya bukan pacar” Ersa menangis membaca pesan Hawin dan ia dilema dengan semuanya. Hari berganti hari pesan permintaan maaf dari Hawin selalu ada namun sama sekali Ersa tak mau membalasnya, Ersa merasa malu dengan dirinya sendiri karena salah menilai cinta pertamanya pada Hawin. Akhirnya Ersa dengan lapang dada membalas permintaan maaf  Hawin dan hubungan mereka pun membaik kini Ersa dan Hawin seperti kakak dan adik kandung bukannya makin jauh tapi malah lebih dekat apalagi setelah ayah Ersa bercerita pada Ersa : “kamu masih ada ikatan saudara sama mas Hawin,dia kakak sepupumu walaupun sepupu jauh”. Semua seolah menegaskan bahwa Ersa dan Hawin memang tak seharusnya pacaran.

       I knew you were trouble
when you walk in~

Tidak ada komentar:

Posting Komentar