Sekarang Ersa
sudah menginjak tingkat akhir SMP yaitu kelas 9 dan Ersa mendapat kelas 9H
dimana ia satu kelas lagi dengan Ida dan Aulia. Semakin hari semakin berat
beban Ersa dimana ia merasakan kehilangan seseorang yang selalu menyuportnya
untuk belajar yaitu Kak Donny. Ersa sering terlihat merenung dan menangis di
kelas pada kenyataannya Ersa masih sayang dengan Kak Donny dan mengetahui hal
tersebut Aulia mencoba membantu Ersa dengan mengirimkan sebuah pesan singkat
agar Donny mau kembali lagi dengan Ersa. Donny yang sekarang sudah duduk di
kelas 10 SMKN 1 Magelang dan mengambil jurusan arsitektur ini tak pernah
menggagas semua sms-sms dari Ersa maupun teman-teman Ersa, namu Ersa tak pernah
menyerah sampai akhirnya Ersa bercerita pada kakaknya si Hawin. Hawin ingin
membantu Ersa bahkan dia menawarkan jasa agar Ersa dan Donny dapat bersatu lagi
namun Ersa menolaknya “kak aku udah bahagia banget kak Hawin udah dengerin
curhatan aku tapi nggak usah repot-repot kak biarkan semuanya mengalir aja”
Ersa sadar akan sulit bagi Hawin membujuk Donny lagi seperti dulu karena mereka
berdua sudah beda sekolah lagian Ersa tak mau memaksakan cinta.
Suatu hari saat
pelajaran bahasa Inggris Ersa duduk di bangku paling belakang sendirian, Mom
Ella pun cuek karena kemampuan bahasa Inggris Ersa yang sudah cukup bagus. Ersa
menyembunyikan tangannya di laci sambil iseng mengetik pesan untuk Donny
“Assalamu’alaikum kak...” dan hanya dalam hitungan menit hp Ersa berkedip
menandakan pesan masuk, Ersa pun mulai membuka pesannya “Wa’alaikumsallam dek”
Ersa kegirangan ketika tahu yang membalas smsnya adalah Donny dan saking
kegirangannya Ersa tak sadar berdiri sambil loncat-loncat padahal masih
pelajaran “Ersa whats wrong with you?” tanya mom Ella sembari dibarengi tawa
anak-anak 1 kelas. Jam istirahatpun tiba, Ersa dan Bocah Lola (Aulia,Fina dan
Restiara) bergegas menuju kantin. Saat Ersa lewat kelas 9A Angel berteriak
“Sa.. aku mau ngomong penting sama kamu!” Ersa pun memberi isyarat pada Bocah
Lola untuk meninggalkannya dan Angel berdua ssaja, “gimana ngel?” Angel
langsung menarik tangan Ersa dan berkata “bukan disini tempatnya” . Angel
mengajukan beberapa pertanyaan pelik pada Ersa soal Donny dan Ersa menjawab
semua pertanyaan Angel dengan tegas “ ya ngel aku tau Donny emang cuek, sms aja
seminggu sekali boro-boro ketemu tapi aku sayang kok sama dia dan aku nggak
perduli ngel!”
Angel menghela
nafas panjang dan berkata “hemm sa iya emang kamu sayang banget sama Donny,aku
tau tapi Donny sayangnya sama orang lain sekarang!” Ersa sontak terkejut dan
mengelaknya namun Angel menambahkan bahwa Donny kemarin baru menembak Dzula,
Dzula sendiri adalah kakak sepupu Angel dan dulu sempat 1 kelas dengan Donny saat
kelas 9D. Gerimis yang turun seakan mewakili perasaan Ersa yang hancur saat itu
juga, dipeluknya Angel erat “Sa sa jangan nangis dong, aku sebenernya nggak
tega liat kamu kayak gini tapi aku lebih nggak tega liat kamu ngejar-ngejar
pacar orang!” . Akhirnya Ersa mencoba menghapus air matanya “terima kasih ya
Ngel” tanpa pikir panjang Ersa berlari menemui 3 sahabatnya dan menceritakan
semua, “Oh itu alasan Kak Donny nyuekin kita?” Restiara mulai geram dan Fina
pun membuat keadaan lebih baik “ Sa Allah tahu kok yang terbaik buat kamu, dan
yang terbaik selalu datang di akhir cerita”. Ersa memang pernah merasakan sakit
yang dalam tapi menurutnya ini yang paling sakit.
And when you take,
You take the very best of me~
Tidak ada komentar:
Posting Komentar