Ersa
mendadak pucat melihat apa yang tak sengaja ia lakukan, ia merubuhkan sepeda
ontel keren warna merah yang berada di parkiran sekolah SD nya saat Ersa akan
mengambil sepeda miliknya, “Habis sepedanya parkir sembarangan sih” gumam Ersa
pada Yuli sahabatnya yang saat itu bersama Ersa,maklum saja sikap egoisnya
masih besar karena Ersa masih duduk di kelas satu SD dan baru menjadi murid SD
1 bulan yang lalu. Ersa mencoba beranjak dari parkiran sepeda dan meminta
bantuan Yuli untuk mendirikan sepeda keren itu tapi saat Yuli sedang
mendirikannya tiba-tiba terdengar suara “Win..win.. sepedamu ambruk win!!!”
lalu disusul dengan suara keras “Aaaarrrgg siapa yang berani!!!” ,Yuli pun
segera melepaskan tangannya dari sepeda klasik itu dan berlari ke arah Ersa
seketika itu juga Ersa menangis dan berkata “Aku yang ngambrukin bukan Yuli!!”.
Entah mungkin karena tangisan si Ersa akhirnya grombolan laki-laki itu tak
berani bersuara lagi.
Namanya
Hawin Mudya Rachmanu.. murid kelas dua SD yang paling digandrungi anak-anak
SD,tidak hanya anak prempuan saja yang senang dengan Hawin tapi anak laki-laki
pun paling senang jika bermain dengan Hawin karena dia terkenal tidak pelit dan
asik . Alis tebal, kulit putih, rambut hitam ala Harry Potter dan memiliki
tinggi wajar anak SD, paras tampannya membuat anak-anak perempuan pun mau
bermain jodoh-jodohan tentunya itu permainan konyol anak SD dan yang membuat
pun anak – anak itu sendiri. Ersa dan Yuli melihat keadaan kelas 2 “istirahat
kok nggak pada keluar sih?” Ersa terheran-heran, “itu Mas Hawin lagi
dijodoh-jodohin sama si Ni’mah mbak Er” jelas si Yuli. Ersa dan Yuli mengintip
mlalui jendela dan akhirnya ada suara tendangan pintu keras,ternyata itu Hawin
yang keluar dengan wajah marah nya yang super duper serem. “orang serem gitu
kok disukai sih aneh bgt Ni’mah ah” bisik Ersa dalam hati.
Timbul
dan tenggelamnya mentari, tahun berganti tahun dan Ersa sudah menginjak kelas 3
SD. Ersa yang tadinya sangat benci dengan Hawin kini mulai menaruh simpati
karena anggapan Ersa “Hawin mampu bertahan menjadi bintang kelas untuk beberapa
priode padahal dia cowok, itu hebat!”. Cinta monyet mungkin mulai terjadi
seiring dengan mengalirnya simpati pada Hawin dan tanpa Hawin sadari Ersa
selalu mengamati gerak-gerik Hawin sekecil apapun itu. Perasaan yang aneh bagi
Ersa kini mulai lebih terasa saat ia kelas 5 SD, Hawin sudah hampir lulus dan
otomatis akan meninggalkan sekolah SD ini ya mugkin ini yang dinamakan galau.
Hawin sudah melalui ujian negara dan nilai ujian sangat memuaskan, tanpa pikir
panjang Hawin mendaftar di SMP N 1 Mungkid yang cukup favorit ditingkat
kabupatennya. Setahun kemudian Ersa yang lulus dan hasilnya sangat amat
menajubkan karena Ersa mendapat pringkat 1,Ersa ditawari untuk lanjut ke SMP N
1 Muntilan yang amat favorit tapi dia menolak karena Ersa memiliki niat untuk
berjumpa dengan Hawin lagi di SMP Negeri 1 Mungkid.
Ersa
dan Yuli dua sahabat ini memang sulit terpisahkan dari TK buktinya SMP pun
mereka menjadi satu lagi dan mendapatkan kelas yang sama yaitu 7E. Pergaulan
SMP memang sudah cukup wow buktinya Ersa yang tadinya buta teknologipun kini
sudah mempunyai akun sosial bernama FB. Ersa sering pulang sekolah telat dan
ternyata dia di warnet dengan Yuli memantau FB si Hawin, “kalo dipikir kita itu
kurang kerjaan ya mbak Er” cloteh si Yuli sambil memainkan rambut kritingnya
tapi Ersa sama sekali tak menggubris dan tetap fokus dengan fb Hawin. Yang aneh
dari Ersa dia sama sekali tak berani mengechat Hawin dan ia hanya melihat
setatus dan komen-komenannya kalo sekarang bahasanya stalking lah. Suatu hari
Ersa memberanikan diri untuk memulai percakapan dengan Hawin di fb.
E : ”Halo kak”
H : “Halo juga dek hehe”
E : “kenal aku kak?”
H : “kenal lah kan adek kelasku
SD kan?”
E
: “iya kak hehe”
H : ”dek aku mau off lanjut sms
aja ya ini noku 0856-4xxx-xxxx”
E : “Ok kak J”
The playful converstation starts
Counter all your quick remarks
Like passing note in secrecy~
Tidak ada komentar:
Posting Komentar